Exilium: Tentang Rumah, Keterasingan, dan Kejujuran Emosional

Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya kembali menunjukkan kiprah mahasiswanya di dunia seni. Abdun Jayssyullah Akbar, mahasiswa STKW Surabaya, menghadirkan karya instalasi berjudul “Exilium”, sebuah karya yang mengangkat pengalaman visual dan emosional tentang rumah sebagai ruang paradoksal: tempat perlindungan sekaligus penjara batin.

Bertolak dari pengalaman eksistensial tentang keterasingan, Exilium merepresentasikan kondisi manusia yang terusir dari kenyamanan simbolis sebuah “rumah”, meski secara fisik ia masih berdiri utuh. Menggunakan material bekas seperti seng, besi, dan potongan kayu, karya ini menyibak lapisan-lapisan kerusakan sebagai bentuk kejujuran emosional. Rangkaian benda usang tersebut tidak sekadar menampilkan ruang kumuh, tetapi juga menjadi metafora tentang luka, trauma, dan kenangan yang membentuk definisi rumah sesungguhnya.

Bertolak dari pengalaman eksistensial tentang keterasingan, Exilium merepresentasikan kondisi manusia yang terusir dari kenyamanan simbolis sebuah “rumah”, meski secara fisik ia masih berdiri utuh.

Menggunakan material bekas seperti seng, besi, dan potongan kayu, karya ini menyibak lapisan-lapisan kerusakan sebagai bentuk kejujuran emosional. Rangkaian benda usang tersebut tidak sekadar menampilkan ruang kumuh, tetapi juga menjadi metafora tentang luka, trauma, dan kenangan yang membentuk definisi rumah sesungguhnya.